entah mau di kata apa .. hari ini aku hati terasa sepi, berbagai hiburan aku bangun untuk menyemangatiku, tapi sikapmu membuatku tak semangat ... aku tahu siapa diri mu, tapi apa kamu tahu siapa diriku ?
hingga hujan mengguyukan tempat merenungku saat ini, kamu masih belum memahami siapa diriku ...
ada keterbatasan hati dalam pilihan ini. aku ingin diam, tapi diamku tak membuat dirimu berubah, terlebih bisa mengurangi rasa semangat mu ... berlalu tak lama kemudian aku sakit dengan bahasa sms mu, kamu dengan teganya sms seperti itu, kamu kira aku senang dengan sms itu, kamu kira beban ku kan berkurang dengan sms itu, justru aku butuh kamu melewati hari-hari ku yang begitu sulit, aku yang saat ini jauh dari keluarga, aku butuh kamu berada di samping ku sebagai pengobat rasa rindu ku ... tapi apa.... ini balasan mu?
berkali-kali aku jelaskan dengan bahasa tubuh ku .. pada dirimu, entah kamu ngerti atau tidak ... tak menjadi pikiranku. aku ingin keluar dari jeratan kecemburuan, berkali-kali ku hiburi diri ini, bukan berarti aku tak mau ... tapi tolonglah pahami aku, cinta ...
dan sekarang apa ? semuanya berlalu lalang dengan segitunya .. seandainya aku sudah siap segalanya, kenapa tidak aku segera menghalalkan .. tapi ini sungguh sulit, masih ada beberapa hal dari mu yang belum bisa ku terima dan masih dalam proses pembiasaan akan prilaku mu. kamu bergandekan seorang organisatoris, masih aga sedikit berat beberaa tingkahmu yang kerap kali membuat ku cembuurru
aku mau diam, tolong sambut diamku, dengan kehangatan cintamu .. diam bukan berarti pisah, sungguh hanyalah merefreshkan kembali suasana hati ini. salam quu
miss u
curhatme
Minggu, 16 Januari 2011
Selasa, 21 Desember 2010
Jaga cinta mu, dan sapa diriku, maaf sayang
Aku tahu, ini emang sakit … tapi mau gimana lagi sayang … jawab hati ini, aku terpukul berat dengan perbuatan ku … aku takut, perbuatan ku menghancurkan masa depan mu, kamu terbebanin berat hingga masa depan mu terbengkalai,
Setiap wanita pastilah menginginkan kesuciannya direnggut oleh laki-laki atas nama Ilahi .. aku takut mas, kasih sayang mu hanya sesaat, aku juga takut ketika kamu menikahi aku …aku takut setelah menikah kamu dah ngak sayang.. karena sebelum halal kamu dah melakukannya terlebih dahulu ….. aku sayang kamu mas …..
Bahasa sms yang sekiranya memukul hati ini, entah mau dikata seperti apa, benar adanya setiap wanita ingin direnggut kesuciannya atas nama cinta. Hawa nafsuku yang begitu membara, tak tertahankan… aku takut, aku terlena dengan rayuan nafsuku, masa depanku terhalang di depan mata … harusnya sekarang aku menikmati masa-masa ku, tapi terjebak dengan cinta … aku belum terlalu kuat, aku minta maaf … berjuta-juta kali ikraran hati ini meminta maaf, tapi semuanya ada di tangan mu … kita sudah terjebak, jangan berlebihan dari pada itu, sekali lagi melangkah jauh dari pada ini, semuanya hancur lebur, harapan orang tua kita tersia-sia kan …
Berjanji dengan sangat-se sangat nya, aku takkan melebihkan hubungan ini, tindakanku sudahlah cukup, tak ada permintaan lebih … atas nama syari `at aku katakan aku cinta kamu, tapi aku belum bisa membuktikan dengan jalur yang pantas membuktikan perbuatan ini, jalan panjang masih menghadapi ku di depan mata, perempuan hanyalah sebagai motivasi untuk meraih harapanku semua … bukan menjadi penghalang … tunggu aku beberapa tahun lagi, aku akan menjaga kesucian cinta ku ini … takkan ku campuri dengan wanita lain cinta ini, karena dari awal aku memberanikan diri, kamu memberanikan kesempatan bagi ku untuk katakan cinta ini, aku sangat senang, kau menyapa baik rasa ku … rasa yang sudah lama, yang akhirnya kamu bisa menerima cintaku, cinta dengan karakter ku apa adanya … berulang kali aku sering berusaha, siapa yang akan mau dengan diriku ini, diri yang serba adakalanya…tak lebih-lebih amat, hanyalah keikhlasan yang sebenar-benarnya cinta yang bisa menerima diriku.
Berharap cinta mu tulus di aku, walaupun kita sudah terlanjur berbuatnya di luar syari`at, sedewasanya kita anggap ini karena kita saling cinta, aku sayang kamu, aku butuh keikhlasan menerima diriku apa adanya, tak ada yang bisa di banggakan dengan diri ini, aku senang dapati dirimu, entah ini beralasankan seperti apa, aku mengharap kamu akan sabar menunggu ku … I LOVE U, tunggu aku, jaga cinta mu … perkuat hatimu, dekatkan diri kita pada sang Ilahi, mudahan ia bisa meridhoi hubungan ini … jawab sayang … kenapa kamu diam, aku takut kehilangan dirimu …
December 20, 2010 M
Bicaralahh … jangan diam ,,, sayang
Aku terperanjat denga sikapku … mana taufiq yang dulu … kini hidupku di rasuku hawa nafsu, aku menangisi perbuatan ku, mana bisa ini diterima dengan akal yang sehat … dahulu kau mengatakan aku tenang, nyaman, bila di sampimgmu … tapi sekarang … ?? terlebih dengan sikap ku seperti ini, mampukah ia percaya akan cintaku … masih nyaman kah dirinya bila disamping ku … ???
Perbuatan baik dan jahat bertarung dalam hati ini, aku tidak tahu, manabisa aku seperti ini, mana ke-santrian mu dulu yang pernah di bangun dalam pondok selama enam tahun, dan kini semuanya sia-sia, diri ini sangat bejat, dengan teganya merenggut kesucian seseorang … aku tak lagi suci … air mata penyesalan bercucuran dari pelupuk mata yang berdosa, sungguh sakit hati ini … Yaa Robb, bermain lidah sangatlah sulit, dulu pernah mengikrarkan takkan terulangi lagi, tapi ternyata lebih dari yang tak terduga … aku telah mengagalkan amanhnya, harusnya diri ini menjaga dirinya, tapi diri ini merusak dirinya … hati ku semakin terbeban tatkala ia menanggapinya dengan bahasa diam, berucap kali aku meresponnya untuk berbicara, tapi ia tak mau, ia hanya merenung, entah apa yang dipikirkan, aku hanya bisa menduga nya … ia marah dengan sikap ku, tapi ia tak tampakkan di depan ku … bathinnya memarahi sejadi-jadinya pada perbuatan ku. Terlebih saat aku menyuruh mandangi wajah ku, ia seakan tahu selanjutnya hawa nafsu ku akan meminta apa … ia menolak, ia hanya terkekang dengam bahasa diam nya, aku takut … ia akan meninggalkan diri ini.
Aku yang tiap hari selalu problem pertempuran hati, ia dengan posisi nya .. aku dengan karakterku seperti ini … jujur dengan sangat, aku melakukan hal seperti cuman dengan dirinya .. aku takut berbuat lebih entah hubungan akademik atau organisasi dengan wanita selain dengan dirinya … hanya dirinya lah wanita yang terdekat dengan ku saat ini, dari sudut pandang manapun ia terdekat dengan ku … tapi berlainan dengan dirinya … (???)
Akankah kecintaan yang makin kuat dikarenakan keterlanjurnya perbuatan ini, serasa di perkuat takut kehilangan satu sama lain, dikarenakan keterlanjurnya memahami pacaran … aku mau melewati ini secepat mungkin … aku mau ngejar hubungan ini dengan halal … ada satu janji yang sedang ku perkuat dengan komitmen seutuhnya … tapi tak berani ku utarakan sekarang … belum tepat ungkapin sekarang, karena dirinya masih tak fair dengan ku … jelas, ia marah … aku minta maaf … aku sayang kamu sit … jangan diamkan diri ini, aku tak mau berpisah dengan mu, entah kamu percaya atau tidak … jangan diamkan diri ini, diam mu menghanyutkan diri qu pada rasa bersalah yang kuat …
Aku terima segala hukumanku … toch sekalipun kau ingin mendiamkan diri untuk menyadarkan diri ini, aku terima dengan berat hati, sekalipun dengan jujur aku tak bisa jauh dengan dirimu … aku pun heran, kepingin tak ingin jauh, saat dekat bisanya berbuat demikian, … apa perbuatan bejat ini di minimalisir dengan berdua-dua an, … teorinya seperti itu … tapi apakah aku sanggup ???? aku tak tahu, harus gimana lagi … terlebih saat dirinya mendiamkan kala aku menyentuhnya .. ridho kah dirinya dengan perbuatan ku, … aku merasa nikmat sesaat dengan perbuatan ku, tapi giman dengan dirinya. Senang kah, menikmatikah ia dengan perbuatan ku … hati yang sedalam-dalamnya tentu tidak, tapi mengapa ia membiarkan diri ini melakukan sejauh itu,,,, berlanjut setelah … aku merasa tersinggung saat aku berniat mau mengecup, tapi ia menolak, aku merasa tersakiti … kenapa kamu menolaknya … bukankah sudah biasa ku meminta hal ini … pertanda ia sudah tidak sabar lagi dengan perbuatan ku … ia mulai bosan dengan tingkah ku, ia mulai menunjukkan ketidak nyamanan saat dengan diri ku … aku memaklumi … ia tak salah, diri ini yang salah …
Tapi bicaralah … tenangkan hati ku sekalipun dengan ucapan amarah, aku terima bila lau membentakku … atau kau beri aku aturan untuk jalanin hubungan ini, bicaralah .. jangan diam … bicaralah, terangkan semuanya dari kegelapan ini, aku takut … bila kamu bertindak diluar dugaan ku, aku sayang banget dengan dirimu …. Terangkan pada hati ini, sekalipun api keamarahan membaka diriku … aku terima semuanya … sayang ku
December 19, 2010 M
AKU SIAP LEPAS CINTA, SELAMA HARAPANMU BISA TERWUJUD DENGAN YANG LAIN
Ada sisi yang ku cemburui dengan keadaan, kamu senang dengannya, tapi diri ini cemburu dengan kesenangan dirimu, kesenangan itu bukan karena aku. Aku tidak hadir dalam kesenangan itu, tentu harapan boleh lah ada, aku takut, apa yang kamu harapkan, kesenangan yang kamu ingin di aku takkan terwujud … sekarang aja kamu bisa berharap, berangan-angan senang bila dengan diriku … entah disuatu saat, kamu hanya bisa merenungi nasib aja, aku siap kamu tinggalin, asal kamu bisa dapat harapan, angan-angan mu … aku takkan menyakiti mu, aku biarkan semuanya, asal kamu bisa dapat apa yang diharapkan kamu … cuman asal kamu tahu selepas kamu meninggalkan cinta ini, mungkin kamu bisa cari cinta lain, dan kalau itu bisa mewujudkan harapan mu, aku dengan keterpaksaan merelakan, aku siap … tapi cintaku cuman hanya untuk mu, berusaha cinta ini takkan untuk orang lain, cinta ini sudah dari awal aku melangkahkan kepercayaan sama kamu … aku berusaha takkan membuka untuk yang lain. Biarkan diri ini merasa terpendam, tersiksa, karena mungkin sudah kodratku … aku tidak mengapa selagi kamu bisa senang …
Siapa yang meragukan kedekatan kita, teman-teman sekitar kadang berguncing sana sini menyinggung hubungan kita, bahkan ada beberapa diantaranya sempat memergok cinta kita. Hal lain juga, keterbukaan diperlukan, apa guna seorang pendamping, jika pendampingnya lagi bermasalah, dimana rasa prihatinnya. Tapi, sering aku memikir, emang ada hal-hal yang perlu keterbukaan, sebab dengan keterbukaan sekiranya beban masalah menjadi berkurang, fungsi teman bicara segunanya sebagai audience (pendengar), dan akan lebih bagus lagi bila ia bisa solutif, dan kamu berada di posisi ini. Tapi disisi lain, ada titik-titik tertentu tak mesti harus terbuka. Ada sebuah kekhawatiran, bila terbuka akan berdampak yang kurang baik. Selain itu pula, bisa terjadi ketidakterbukaan karena menyadari kalau hal tersebut hal yang belum pantas di katakan, tak logis, dan tak berperasaan, dan aku berada di posisi ini.
Masalah keluarga, akademik, organisasi … perlu lah keterbukaan, sekiranya aku bisa sebagai penampung problemamu. Dengan berbicara seakan-akan masalah mu mulai terasa ringan dari sebelumnya. Tapi, apa yang ku permasalahkan, berbeda. Belum pantas aku mengutarakan yang sejelas mungkin, masih ada kekhawatiran terlebih dengan posisi mu seperti ini. Ada ketertolak-belakangan dalam masalah ini, aku yang seperti ini, dan kamu seperti itu. Terkecuali sekiranya ada hal-hal yang perlu di tegasi dalam masalah hubungan, entah masih nyaman atau tidaknya … masih sayang atau tidaknya antara keduanya, mungkin berlaku lebih dengan yang lain, yang hal itu secara tidak wajar dilakukan bila dalam status pacaran. Dan inilah aku, entah kamu menilainya seperti apa ? itu hakmu. Berhubungan dengan yang lain bisa, selama kamu masih memiliki rasa cinta, tapi ku takuti, dengan keseringan berhubungan dengan yang lain … justru benih-benih cinta bisa tumbuh bergelora dalam keseringan berhubungan … dan jujur diriku tak mengapa, selama kamu bisa mendapatkan apa yang diharapkan dirimu … aku siap jadi korban dalam cinta ini. Aku kan selalu tegar dengan pilihan mu … cuman yang aku katakan terakhir, kamu takkan tergantikan dalam hatiku, walaupun aku sudah tergantikan dengan yang lain di hatimu. Selama harapanmu terwujud, aku siap lepaskan cintaku … dan aku cuman mau katakan, kamu pilihan pertama dan terakhir ku.. .. aku tak pernah melangkah sejauh ini melakukan hubungan, cukup itu yang menjadi penghibur saat aku sendiri dan kamu disana lagi menikmati harapanmu … tak terbebanin, Insya Allah aku akan kuat, seandainya itu terwujud. Jaga cintamu, aku siap di lupakan … aku sayang sama kamu … dan aku tahu, kamu juga sayang aku.
December 21, 2010
…. AKU CEMBURU ….
aku masih bingung dengan diriku …. Entah kenapa sikap ini masih saja bisa muncul di tengah kondisi seperti ini. Bukan dengan berlalu waktu-waktu kemarin sudah menjadi penyadar pada jiwa yang selalu cemburu, kalau ini tidak ada apa-apanya. Badan ku sangat dingin … aku tak tahu kenapa hal ini belum saja bisa hilang dari diriku … mana bukti ucapan sayang, cinta, love you, miss you … belum lah bisa menghiburi hati ini bila dalam forum. Jujur dengan sangat sikap mu dalam forum masih menyangatkan hati ini. Ko bisa kamu berbuat demikian didepan ku … orang lain saja kau tanggapi keluhan mereka, tapi diriku kau sepihkan di pokok sambil meratap keseriusan kamu dengan lawan bicara mu.
Tentulah diri ini yang salah, masih saja belum bisa menerima semuanya … kamu bercengkrama, canda tawa, foto bareng, dengan kawan-kawan mu … aura keceriaan terpintas dalam suasana. Diriku, tak bisa ku mendampingi secara profesional dalam forum … jujur ada beberapa foto yang terkesan kamu berdua lawan jenis, seakan membuat iri hati. Mana ada bukti fisik cinta kita. Meminta foto mu saja, kamu masih canggung … masih takut … entah dalam pikiran mu, seakan tak bisa ku baca. Aku tahu, pikiran mu gimana, aku juga demikian … apa yang kamu takuti .. tentu juga aku takuti .. ngak mungkinlah aqu menyebar hubungan mesra kita di depan teman-teman … kamu nya aja yang terlalu sensitif memahami ni semua.
Kapan kita bisa berjuang bersama dalam satu ikatan perjuangan, tentu diriku sangatlah sulit, bahkan tak mungkin terjadi. Aku mengalah … aku ingin menghindar hubungan organisasi … biarkan aku serasa jauh dalam ikatan organisasi, semua nya sudah terang, kalau aku belum bisa menerima sikap mu dalam organisasi … ke tidak terimaan sikapku ini, jangan menjadi beban langkah mu … cukuplah aku mengemban beban ni semua .. karena semua aku yang minta, aku yang membuat keputusan kalau aku tidak bisa menerima sikapmu, cukup sakit hati yang kurasa, hanya aku yang mengetahui nya … kamu lanjutkan aja misi mu … aku hanya bisa memotivasi dari jauh saja … tentu do`a dan iringan selalu menyertai kesuksesan mu … jaga hubungan dengan lawan jenis, kamu yang dulu berbeda dengan sekarang … aku selalu cemburu, seakan kamu mengundang rasa seseorang untuk mendekati mu, sedang kamu sudah dekat dengan diriku … aku memang paham ni semua, secara teori kamu memang berbuat karena kepentingan umum ,,, dan itu yang sedang ku usahaain untuk memahami ini semua …
Aku mohon pada dirimu, pandanglah aku sebagai cintamu dan sebagai kader bawahanmu.
Aku mau sendiri … aku mau sendiri … aku mau sendiri
Jalan itu yang terpikirkan untuk menghiburi diri yang lagi terbebanin oleh rasa yang mendalam.
…. AKU CEMBURU ….
Sabtu, 18 Desember 2010
HIBURILAH DIRI INI … KENAPA KAMU DIAM
Saturday, December 18, 2010
Beberapa waktu berjalan dengan tak mementingksn dengan keadaan sekitar, sudah beberapa kerugian yang ku lewatkan … kesempatan pagi hari yang seharusnya ku lakukan pengembangan diriku … malah ku perbuat dengan sia-sia. Dorongan hawa nafsu sering membelenggu diriku, hingga kesejatian diri ini mulai diragukan. Apa sudah memang takdir menyatakan diri ini seperti ini. Aku tidak tahu apa penyebabnya. Pastinya, diri ini belum terlalu mendewasai pilihan seperti ini.
Berbalik kisah cinta ku, apa yang kurasa hari serasa menyakitkan. Entah tak ada alasan kenapa hati ini merasa di sakiti. Kurang apalagi perhatiannya, aku nya aja yang tak puas dengan perhatiannya. Disisi lain, emang tak bisa di pungkiri alasan organisasi menjadi berat hati ini untuk menyatakan. Tetap saja, ia berkecimpung dalam organisasi memang membuat ku cemburu. Emang hal ini yang harus ku maklumi, tapi dalam memakluminya, dengan berat hati kukatakan kecemburuan menyeimbangi usaha aku memaklumi dirinya.
…… Jujur dengan hati tak pernah ingin berniat menyakiti … api kecemburuan selalu datang, bila terdengar kamu berdua, sekalipun itu berada dalam jalur yang wajar … aku sayang kamu, kamu cinta ku, karena dasar itulah aku cemburu … emang butuh pengertian mendalam dengan posisi mu seperti ini, tapi kamu harus tahu, dan mengertilah … sampai dunia sekarang cewe` yang terdekat dalam sudut pandang yang berbeda (akademik, kampus, organisasi dll) hanya kamu yang terdekat, berbeda denga dirimu … tak usahlah kamu kasih tahu atau dengan kabat sekilas dengan keberadaan mu yang sekiran ya bisa mengundang api kecemburuan dalam diri ini … toch walaupun secara dzohir hati ini mengizinkan (dengan pertimbangan posisimu) tapi atas nama cinta … aku memahami posisi mu dengan cara cemburu … maafkan diriku … inilah diriku sebenarnya ……
Untaian beberapa waktu lalu, kala aku lagi sepi dan mendadak cemburu padanya. Cuman tak kutampakkan dalam sikap ini pada dirinya. Aku tahu kesibukan dirimu dengan tertuntut karena posisi mu membuat kamu lebih terlatih bagaimana seharusnya bertindak. Sikap profesional dirimu seakan membuat hati ini makin kagum aja. Tapi ada beberapa jeda (iklan) harus ku tanggapi dengan kecemburuan. Emang selalu kau katakan aku kangen, aku butuh dirimu, saat aku capek aku mau kamu disamping mu … tapi aku tak merasa kau biasa-biasa aja dengan diriku, hal lain kupahami kamu hanya menghibur diriku ini. Dengan menyempatkan beberapa waktu, kamu menemani ku, berdua-an dengan ku serasa aku yang sangat mengharapkan. Kamu hanya diam .. entah diam dirimu, hati berbicara apa ? kamu selalu diam … aku merasa terdampingi tapi kamu menanggapinya dengan diam yang ku tak bisa memaksudkan apa ni maksudnya … aku sudah keterlaluan dengan sikapku, aku belum bisa mendewasakan diri ini saat gejolak cinta makin membara … ingin selalu berada di samping mu tapi ada ketertimpangan rasa dalam memahami ini semua
Aku sayang kamu …
Jangan tinggalin aku … aku selalu menanti hiburan dirimu … jangan diam
Kejar Impian ku dan jemput segera halalnya cinta ku
Inikah aku yang sebenarnya … betapa bejatnya diriku ini, apa yang sudah kulakukn benar-benar diluar batas kemampuanku, keterbatasan ku … hawa nafsu yang begitu tinggi mengelabui diri seorang yang kurang keimanan. Betapa bidihnya diriku ini, terbuai dalam waktu sesaat, mengecewakan dirinya, amanah darinya tak bisa ku jaga, harusnya dirinya yang ku jaga, malah aku yang menyentuhnya duluan.
Dalam hati ini terjadi pertempuran antara malaikat dan syaitan … ku pun terlena, dengan sadar kulakukan yang semestinya tak kulakukan … apa gunanya aku mondok enam tahun ditambah sekarang hampir berjalan dua tahun, toch seperti ini hasilnya … apa kata dirinya, aku bukanlah seorang pria yang diharapkannya, aku telah mengecewakan amanahnya, bukankah itu seorang munafiq … iya aku memang munafiq, aku ini emang bejat … dengan kondisi yang sedang mengalami saling bergantian masalah, justru aku membuat masalah baru, menumbuk masalah … aku tak tega melihat dirinya sedih berpangku tangan mengundi nasibnya … malam ini merupakan malam manis dunia dan terpuruk bagi seorang alumni pesantren … ilmu akhlaknya tak diperankan … hatiku menangis, melihat perbuatanku, …
Sempat tadi terdesak hati ku kala ia mengatakan "aku marah, ko` bisa tangan mu masuk mas" … terkekang hati ini, aku sadar bila berkata demikian, akun takkan menghianati cinta ini …
Aku ngak tahu dengan perbuatan ku, apa masih suci cinta ku padanya atau hanya sekedar mengejar kenikmatan hawa nafsu … aku pingin jalanin ni semuanya dengan jelas, waktu yang masih panjang akan tetap bergulir menguji perjalanan cinta kita, hingga di batas akhir penantian berbuahkan tali cinta hakiki ,,, membangung rumah tangga yang ikhlas lahir bathin semuanya terjalanin nya dengan begitu indak merajuk kasih sayang sesama … belajar yang semangat, kejar mimpi, sucikan hubungan ini dengan segera …
Harapanku masih jauh disana, berbagai angin cobaan akan menerpa hubungan ini, moga aku disini menangis kerinduan dan ia disana lagi di hampar pulau impian, sama-sama kita ingin cepet-cepet dihalalkan.. amienn
Saturday, December 11, 2010
Langganan:
Postingan (Atom)