Sabtu, 18 Desember 2010

HIBURILAH DIRI INI … KENAPA KAMU DIAM

Saturday, December 18, 2010
Beberapa waktu berjalan dengan tak mementingksn dengan keadaan sekitar, sudah beberapa kerugian yang ku lewatkan … kesempatan pagi hari yang seharusnya ku lakukan pengembangan diriku … malah ku perbuat dengan sia-sia. Dorongan hawa nafsu sering membelenggu diriku, hingga kesejatian diri ini mulai diragukan. Apa sudah memang takdir menyatakan diri ini seperti ini. Aku tidak tahu apa penyebabnya. Pastinya, diri ini belum terlalu mendewasai pilihan seperti ini.
Berbalik kisah cinta ku, apa yang kurasa hari serasa menyakitkan. Entah tak ada alasan kenapa hati ini merasa di sakiti. Kurang apalagi perhatiannya, aku nya aja yang tak puas dengan perhatiannya. Disisi lain, emang tak bisa di pungkiri alasan organisasi menjadi berat hati ini untuk menyatakan. Tetap saja, ia berkecimpung dalam organisasi memang membuat ku cemburu. Emang hal ini yang harus ku maklumi, tapi dalam memakluminya, dengan berat hati kukatakan kecemburuan menyeimbangi usaha aku memaklumi dirinya.
…… Jujur dengan hati tak pernah ingin berniat menyakiti … api kecemburuan selalu datang, bila terdengar kamu berdua, sekalipun itu berada dalam jalur yang wajar … aku sayang kamu, kamu cinta ku, karena dasar itulah aku cemburu … emang butuh pengertian mendalam dengan posisi mu seperti ini, tapi kamu harus tahu, dan mengertilah … sampai dunia sekarang cewe` yang terdekat dalam sudut pandang yang berbeda (akademik, kampus, organisasi dll) hanya kamu yang terdekat, berbeda denga dirimu … tak usahlah kamu kasih tahu atau dengan kabat sekilas dengan keberadaan mu yang sekiran ya bisa mengundang api kecemburuan dalam diri ini … toch walaupun secara dzohir hati ini mengizinkan (dengan pertimbangan posisimu) tapi atas nama cinta … aku memahami posisi mu dengan cara cemburu … maafkan diriku … inilah diriku sebenarnya ……

Untaian beberapa waktu lalu, kala aku lagi sepi dan mendadak cemburu padanya. Cuman tak kutampakkan dalam sikap ini pada dirinya. Aku tahu kesibukan dirimu dengan tertuntut karena posisi mu membuat kamu lebih terlatih bagaimana seharusnya bertindak. Sikap profesional dirimu seakan membuat hati ini makin kagum aja. Tapi ada beberapa jeda (iklan) harus ku tanggapi dengan kecemburuan. Emang selalu kau katakan aku kangen, aku butuh dirimu, saat aku capek aku mau kamu disamping mu … tapi aku tak merasa kau biasa-biasa aja dengan diriku, hal lain kupahami kamu hanya menghibur diriku ini. Dengan menyempatkan beberapa waktu, kamu menemani ku, berdua-an dengan ku serasa aku yang sangat mengharapkan. Kamu hanya diam .. entah diam dirimu, hati berbicara apa ? kamu selalu diam … aku merasa terdampingi tapi kamu menanggapinya dengan diam yang ku tak bisa memaksudkan apa ni maksudnya … aku sudah keterlaluan dengan sikapku, aku belum bisa mendewasakan diri ini saat gejolak cinta makin membara … ingin selalu berada di samping mu tapi ada ketertimpangan rasa dalam memahami ini semua
Aku sayang kamu …
Jangan tinggalin aku … aku selalu menanti hiburan dirimu … jangan diam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar