Aku terperanjat denga sikapku … mana taufiq yang dulu … kini hidupku di rasuku hawa nafsu, aku menangisi perbuatan ku, mana bisa ini diterima dengan akal yang sehat … dahulu kau mengatakan aku tenang, nyaman, bila di sampimgmu … tapi sekarang … ?? terlebih dengan sikap ku seperti ini, mampukah ia percaya akan cintaku … masih nyaman kah dirinya bila disamping ku … ???
Perbuatan baik dan jahat bertarung dalam hati ini, aku tidak tahu, manabisa aku seperti ini, mana ke-santrian mu dulu yang pernah di bangun dalam pondok selama enam tahun, dan kini semuanya sia-sia, diri ini sangat bejat, dengan teganya merenggut kesucian seseorang … aku tak lagi suci … air mata penyesalan bercucuran dari pelupuk mata yang berdosa, sungguh sakit hati ini … Yaa Robb, bermain lidah sangatlah sulit, dulu pernah mengikrarkan takkan terulangi lagi, tapi ternyata lebih dari yang tak terduga … aku telah mengagalkan amanhnya, harusnya diri ini menjaga dirinya, tapi diri ini merusak dirinya … hati ku semakin terbeban tatkala ia menanggapinya dengan bahasa diam, berucap kali aku meresponnya untuk berbicara, tapi ia tak mau, ia hanya merenung, entah apa yang dipikirkan, aku hanya bisa menduga nya … ia marah dengan sikap ku, tapi ia tak tampakkan di depan ku … bathinnya memarahi sejadi-jadinya pada perbuatan ku. Terlebih saat aku menyuruh mandangi wajah ku, ia seakan tahu selanjutnya hawa nafsu ku akan meminta apa … ia menolak, ia hanya terkekang dengam bahasa diam nya, aku takut … ia akan meninggalkan diri ini.
Aku yang tiap hari selalu problem pertempuran hati, ia dengan posisi nya .. aku dengan karakterku seperti ini … jujur dengan sangat, aku melakukan hal seperti cuman dengan dirinya .. aku takut berbuat lebih entah hubungan akademik atau organisasi dengan wanita selain dengan dirinya … hanya dirinya lah wanita yang terdekat dengan ku saat ini, dari sudut pandang manapun ia terdekat dengan ku … tapi berlainan dengan dirinya … (???)
Akankah kecintaan yang makin kuat dikarenakan keterlanjurnya perbuatan ini, serasa di perkuat takut kehilangan satu sama lain, dikarenakan keterlanjurnya memahami pacaran … aku mau melewati ini secepat mungkin … aku mau ngejar hubungan ini dengan halal … ada satu janji yang sedang ku perkuat dengan komitmen seutuhnya … tapi tak berani ku utarakan sekarang … belum tepat ungkapin sekarang, karena dirinya masih tak fair dengan ku … jelas, ia marah … aku minta maaf … aku sayang kamu sit … jangan diamkan diri ini, aku tak mau berpisah dengan mu, entah kamu percaya atau tidak … jangan diamkan diri ini, diam mu menghanyutkan diri qu pada rasa bersalah yang kuat …
Aku terima segala hukumanku … toch sekalipun kau ingin mendiamkan diri untuk menyadarkan diri ini, aku terima dengan berat hati, sekalipun dengan jujur aku tak bisa jauh dengan dirimu … aku pun heran, kepingin tak ingin jauh, saat dekat bisanya berbuat demikian, … apa perbuatan bejat ini di minimalisir dengan berdua-dua an, … teorinya seperti itu … tapi apakah aku sanggup ???? aku tak tahu, harus gimana lagi … terlebih saat dirinya mendiamkan kala aku menyentuhnya .. ridho kah dirinya dengan perbuatan ku, … aku merasa nikmat sesaat dengan perbuatan ku, tapi giman dengan dirinya. Senang kah, menikmatikah ia dengan perbuatan ku … hati yang sedalam-dalamnya tentu tidak, tapi mengapa ia membiarkan diri ini melakukan sejauh itu,,,, berlanjut setelah … aku merasa tersinggung saat aku berniat mau mengecup, tapi ia menolak, aku merasa tersakiti … kenapa kamu menolaknya … bukankah sudah biasa ku meminta hal ini … pertanda ia sudah tidak sabar lagi dengan perbuatan ku … ia mulai bosan dengan tingkah ku, ia mulai menunjukkan ketidak nyamanan saat dengan diri ku … aku memaklumi … ia tak salah, diri ini yang salah …
Tapi bicaralah … tenangkan hati ku sekalipun dengan ucapan amarah, aku terima bila lau membentakku … atau kau beri aku aturan untuk jalanin hubungan ini, bicaralah .. jangan diam … bicaralah, terangkan semuanya dari kegelapan ini, aku takut … bila kamu bertindak diluar dugaan ku, aku sayang banget dengan dirimu …. Terangkan pada hati ini, sekalipun api keamarahan membaka diriku … aku terima semuanya … sayang ku
December 19, 2010 M
Tidak ada komentar:
Posting Komentar