Ada apa dengan diriku … sejak kemarin sore perasaan ku tak enak. Aku yang disibukkan kesana-kemari mengurus persiapan acara, tapi tak mengabaikan sms darinya, justru malahan diakhir-akhir penantian acara, ia tak merespon balik sms ku dan hingga ni pagi satu sms darinya tak muncul di inbox ku, kenapa dirinya. Harusnya aku ni pagi persiakan diri, ke kantor askes setempat, intinya periksa tentang tubuhku. Siapa yang tidak senang bila ditemani, berharap ia akan menemaniku, tapi hingga ni pagi ia tidak memberi kejelasan, maukah ia menemaniku, sempat kemarin ia mendesak untuk menemani, tapi ni pagi menjelang siang, tak ada satu respon pun dari dirinya hingga membuat ku canggung harus seperti apa aku berbuat.
Sempat malam juga, walaupun aku senang dengan kehadirannya, tapi ko` aku merasa jengkel terhadap dirinya, merasa aku seakan-akan diremehin, aku yang menjadi mc saat acara tadi malam, dengan hasil performance kurang maksimal, tapi inilah aku … dan hingga ni pagi aku masih jengkel pada dirinya .. jujur seakan aku merasakan ada sebuah kebohongan di balik rasa ini, ada sesuatu yang ia sembunyokan dari diriku, entah itu apa, pastinya aku tak mengetahuinya. Walau hubungan kita sudah hampir jalan satu semester, aroma kecemburuan masih melekat kuat pada diriku dan tentu apa ada pada dirinya.
Dan walaupun gimana jua, ia belum bisa memahamin ku sepenuhnya, masih ada titik persembunyian karakter antara kita berdua. Dan ku merasa ada sebuah taktik cerdik dari cinta ini yang sangat menyengatkan hati … kecintaan ku pada dirinya sudah benar-benar cinta, tak mungkin lagi aku membangun prahara cinta lagi, tapi dirinya … emang terkadang aku merasakan ia benar-benar menseriuskan rasa ini, tapi di balik tabir sikap nya saat-saat tertentu, akun seakan menyiksa bathinya, aku tak pantas pada dirinya, ia berhak mendapatkan lebih dari pada diriku. Karena dari keterjebakkan waktu ia berusaha memahamin rasa ini, dengan mengapresiakan dari bibir, kalu ia benar-benar serius … tapi dengan sangat canggung ku katakan … aku masih meragukan cintanya … menunggu satu tahun … adalah sebuah jawaban yang akan menyakinkan diriku …
Aku masih bersabar menanti kepastian cintanya … hingga sekalipun ada duri-duri penyakitan rasa dalam diri ini, kapan kepastia kan datang, tak tahu kapan … Hate U
Thursday, November 18, 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar